open access

Abstract

Kesuksesan organisasi dakwah mencapai tujuan, salah satunya ditentukan oleh penggerakan SDM yang tepat mengarah pada tujuan organisasi. Dalam menggerakkan SDM dihadapkan pada situasi yang tidak selalu mudah, membuat SDM pesimis, takut, tidak semangat, kebingungan menjalankan tugas, menjadi hambatan bergerakknya SDM mengarah kepada tujuan, terlebih dihadapkan pada situasi sulit dan kondisi serba terbatas. Diperlukan metode penggerakan yang tepat pada SDM organisasi dakwah agar mereka mengarah pada tujuan. Berangkat dari kondisi tersebut, artikel ini mengulas akan kesuksesan metode penggerakan yang dilakukan Al-Fatih kepada pasukannya sehingga ia mampu menciptakan barisan koordinasi yang rapat, semangat pasukan yang stabil meski dalam situasi sulit. Kajian ini, menggunakan pendekatan kualitatif study pustaka dengan perspektif teori metode penggerakan G. Terry. Berdasarkan perspektif tersebut, Al-Fatih menerapkan pengarahan instruksional, motivasi produktivitas dan pemuasan kebutuhan yang diwarnai oleh spiritualitas/nilai-nilai Tauhid. Temuan ini memberikan sumbangsih pengkayaan metode penggerakan SDM pada organisasi dakwah yakni selain menekankan pada pengarahan dan motivasi, perlunya nuansa nilai dalam menggerakkan.